Rabu, 18 Desember 2013

MAM tolak garis panduan kenal pasti gay dan lesbian di sekolah

0 komentar
sinar harian
19 September 2012
KUALA LUMPUR - Majlis Aids Malaysia (MAM) menolak langkah memperkenalkan garis panduan bagi membantu ibu bapa dan guru mengenal pasti simptom gay dan lesbian dalam kalangan pelajar sekolah.

Presidennya Datuk Dr Raj Karim berkata, perbuatan mengenal pasti seseorang berdasarkan kecenderungan seksualnya merupakan asas kepada diskriminasi.

"Kita semua tahu impak negatif amalan sedemikian ke atas kehidupan golongan minoriti ini terutama mereka yang hidup di luar pinggir masyarakat. Langkah ini akan terus mendorong mereka untuk bersembunyi dan memaksa mereka hidup dengan rasa takut akan dikenal pasti," katanya dalam kenyataan, di sini hari ini.

Beliau mengulas garis panduan mengenal pasti gejala gay dan lesbian yang dikeluarkan Yayasan Guru Malaysia Berhad dan Majlis Perundingan Persatuan Ibu Bapa dan Guru Putrajaya baru-baru ini.

Mengulas lanjut, beliau berkata garis panduan yang tidak berasas itu hanya akan mewujudkan sikap tidak bertoleransi dalam kalangan murid sekolah dan mereka yang menampilkan simptom akan didiskriminasi, diejek dan dibuli rakan sebaya.

"Kita tidak boleh benarkan perbuatan mengecap orang lain ini meresap dalam sistem pendidikan kita dan menjadi tanggungjawab kita untuk memastikan semua kanak-kanak diberi peluang membesar dalam suasana selamat," katanya.- Bernama
Read more ►

Minggu, 01 Desember 2013

Jenis Macam Sekolah Pada Zaman Kolonialisme Belanda Di Indonesia

0 komentar
Foto: Postingan ke-420: Jenis/Macam Sekolah Pada Zaman Kolonialisme Belanda Di Indonesia - Sejarah Jaman Dulu / Jadul  #Likemu wujudkan Cintamu Terhadap Sejarah#  Pada saat penjajahan belanda dulu di Indonesia sempat didirikan berbagai jenis sekolah-sekolah belanda yang dibagi-bagi menjadi beraneka ragam jenis, yaitu : 1. ELS (Eurospeesch Lagere School) atau disebut juga HIS (Hollandsch Inlandsch School) sekolah dasar dengan lama studi sekitar 7 tahun. Sekolah ini menggonakan sistem dan metode seperti sekolah di negeri belanda.  2. HBS (Hogere Burger School) yang merupakan sekolah lanjutan tinggi pertama untuk warga negara pribumi dengan lama belajar 5 tahun. AMS (Algemeen Metddelbare School) mirip HBS, namun setingkat SLTA/SMA.  3. Sekolah Bumi Putera (Inlandsch School) dengan bahasa pengantar belajarnya adalah bahasa daerah dan lama study selama 5 tahun.  4. Sekolah Desa (Volksch School) dengan bahasa pengantar belajar bahasa daerah sekitar dan lama belajar adalah 3 tahun.  5. Sekolah lanjutan untuk sekolah desa (Vervolksch School) belajar dengan bahasa pengantarnya bahasa daerah dan masa belajar selama 2 tahun.  6. Sekolah Peralihan (Schakel School) yaitu sekolah lanjutan untuk sekolah desa dengan lama belajar 5 tahun dan berbahasa belanda dalam kegiatan belajar mengajar.  7. MULO Sekolah lanjutan tingkat pertama singkatan dari Meer Uitgebreid Lager Onderwijs dengan tingkatan yang sama dengan smp / sltp pada saat jika dibandingkan dengan masa kini.  8. Stovia (School Tot Opleiding Van Inlansche Artsen) yang sering disebut juga sebagai Sekolah Dokter Jawa dengan masa belajar selama 7 tahun sebagai lanjutan MULO.  Sumber: Organisasi.org  -Reza

Kali ini Youll Never Walk Alone akan memberikan informasi tentang Jenis/Macam Sekolah Pada Zaman Kolonialisme Belanda Di Indonesia. Pada saat penjajahan belanda dulu di Indonesia sempat didirikan berbagai jenis sekolah-sekolah Belanda yang dibagi-bagi menjadi beraneka ragam jenis, yaitu :

1. ELS (Eurospeesch Lagere School) atau disebut juga HIS (Hollandsch Inlandsch School) sekolah dasar dengan lama studi sekitar 7 tahun. Sekolah ini menggonakan sistem dan metode seperti sekolah di negeri belanda.

2. HBS (Hogere Burger School) yang merupakan sekolah lanjutan tinggi pertama untuk warga negara pribumi dengan lama belajar 5 tahun. AMS (Algemeen Metddelbare School) mirip HBS, namun setingkat SLTA/SMA.

3. Sekolah Bumi Putera (Inlandsch School) dengan bahasa pengantar belajarnya adalah bahasa daerah dan lama study selama 5 tahun.

4. Sekolah Desa (Volksch School) dengan bahasa pengantar belajar bahasa daerah sekitar dan lama belajar adalah 3 tahun.

5. Sekolah lanjutan untuk sekolah desa (Vervolksch School) belajar dengan bahasa pengantarnya bahasa daerah dan masa belajar selama 2 tahun.

6. Sekolah Peralihan (Schakel School) yaitu sekolah lanjutan untuk sekolah desa dengan lama belajar 5 tahun dan berbahasa belanda dalam kegiatan belajar mengajar.

7. MULO Sekolah lanjutan tingkat pertama singkatan dari Meer Uitgebreid Lager Onderwijs dengan tingkatan yang sama dengan smp / sltp pada saat jika dibandingkan dengan masa kini.

8. Stovia (School Tot Opleiding Van Inlansche Artsen) yang sering disebut juga sebagai Sekolah Dokter Jawa dengan masa belajar selama 7 tahun sebagai lanjutan MULO.
Read more ►
 

Copyright © warnetter Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger